Siapa Saja Bisa Menjadi Penulis

Menulis adalah kegiatan yang telah dilakukan orang selama berabad-abad, dari media yang sangat sederhana (batu, lontar, dsb) sampai dengan media digital yang rumit. Entah kapan pastinya manusia mulai mengenal huruf dan menulis, sampai saat ini masih simpang siur. Tetapi yang penting, aktifitas ini menjadikan ilmu pengetahuan berkembang pesat, bisa dibayangkan bagaimana ilmu yang bertebaran di alam semesta ini tidak di tuliskan dalam bentuk teori dan kaidah-kaidah oleh ilmuwan, tentunya tidak akan bisa di kembangkan oleh generasi berikutnya. Pantaslah ada peribahasa yang mengatakan "Ikatlah ilmu dengan menuliskannya".

Ada beberapa motivasi orang ketika menulis, yaitu:
1. Motivasi Financial
2. Motivasi Idealisme
3. Motivasi Popularitas
4. Motivasi Gabungan

Homeschooling Sebagai Alternatif Pendidikan Anak

homeschooling
Homeschooling bukanlah sebuah hal yang baru. Walaupun banyak orang mengenalnya sebagai pendidikan yang hanya bisa ditempuh oleh orang-orang kaya, mengingat pelakunya lebih banyak para artis yang tidak punya waktu bersekolah. Padahal, sebelum ada sistem pendidikan modern (sekolah) sebagaimana yang dikenal pada saat ini, pendidikan dilakukan berbasis rumah. Banyak tokoh-tokoh besar yang tidak menamatkan sekolahnya, tapi justru memilih belajar sendiri di rumah. Begitu pun belajar secara otodidak yang sampai sekarang masih banyak yang melakukannya. Selain itu, para bangsawan zaman dahulu biasa mengundang guru-guru privat untuk mengajar anak-anaknya. Itulah jejak homeschooling dari masa ke masa.

Sejak perkembangan revolusi industri, terjadi proses sistematisasi pendidikan dan proses belajar. Dengan tujuan untuk pemenuhan pekerja-pekerja industri yang handal. Perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan serta usaha untuk memaksimalkan proses pembelajaran selama berabad-abad menghasilkan sebuah evolusi sistem pendidikan yang kemudian kita kenal sebagai sekolah. Sekolah adalah salah satu representasi institusional dari nilai-nilai modern yang dipegang manusia saat ini. Sebagai institusi modern, sekolah adalah solusi untuk mengatasi keterbatasan keluarga dalam mendidik anaknya secara sadar dan terencana.


Penerapan Disiplin Yang Baik Pada Anak

penerapan disiplin pada anak
Apa yang terlintas oleh orangtua apabila mendengar kata mendisplinkan anak. Pasti yang terlintas adalah persoalan hukuman. Padahal dari asal katanya saja, disiplin sangat jauh berbeda dari persangkaan kebanyakan orang.

Disiplin berasal dari bahasa latin, asal katanya Discipulus yang artinya adalah pemuridan atau cara kita memberi contoh. Nah kalau berbicara pemuridan, maka disiplin sebenarnya adalah bagaimana kita melatih pikiran dan karakter anak secara bertahap. Sehingga menjadi anak yang memiliki kontrol diri, bisa bersosialisasi, dengan di tandai dia bisa di terima oleh lingkungannya.

Untuk sampai pada tujuan tersebut, justru bukan dengan hukuman. Hukuman adalah jalan terakhir agar anak memiliki control diri yang baik. Bukan nomor satu! Sehingga bila demikian menjadikan disiplin sebagai praktek yang menyeramkan.


Kenali Bakat Anak Sejak Dini

bakat anak
Beberapa pengertian bakat: 
  1. Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir
  2. Bakat adalah suatu bentuk kemampuan khusus, yang memungkinkan seseorang memperoleh keuntungan dari hasil pelatihannya sampai satu tingkat lebih tinggi
  3. Bakat merupakan potensi dan bukan sesuatu yang sudah benar-benar nyata dengan jelas. Bakat lebih sebagai kemungkinan yang masih harus diwujudkan
  4. Bakat merupakan suatu karakteristik unik individu yang membuatnya mampu melakukan suatu aktivitas dan tugas secara mudah dan sukses
 A. CARA MENGENAL BAKAT
  1. Melalui pengalaman: Ketika mencoba hal tertentu, ternyata mengalami banyak kemajuan.
  2. Mengikuti test bakat, yang sekarang tersedia beberapa test kemampuan / kecerdasan.
  3. Memadukan antara pengalaman dan test bakat, kadang hasilnya lebih meyakinkan.
 

Kumpulan Tips Untuk Bunda Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger